IPTI
IPTI
Strategi Tiongkok Mencari Pasar: Tantangan dan Peluang bagi Indonesia

Jakarta, 31 Oktober 2025 – IPTI Mengapresiasi Universitas Paramadina dan Forum Sinologi Indonesia atas Kesempatan Diskursus Ekonomi Indonesia‑Tiongkok. Pada tanggal 31 Oktober 2025, Jakarta menjadi saksi pertemuan penting antara Ikatan Pemuda Tionghoa Indonesia (IPTI) dan berbagai lembaga akademik serta kebijakan. Forum Sinologi Indonesia dan Paramadina Asia and Pacific Institute (PAPI) mengundang para pemangku kepentingan untuk membahas hubungan perekonomian antara Indonesia dan Tiongkok. Kegiatan ini bertujuan memperkuat dialog antara sektor swasta, akademisi, dan pemerintah dalam konteks globalisasi ekonomi.

IPTI, sebagai organisasi yang mewakili komunitas Tionghoa‑Indonesia, memanfaatkan kesempatan ini untuk mengekspresikan pandangan strategisnya. Organisasi tersebut menekankan pentingnya kebijakan yang mendukung pertumbuhan ekonomi nasional sambil memelihara hubungan bilateral yang saling menguntungkan. Forum ini juga menyoroti peran Indonesia sebagai pusat perdagangan di Asia Tenggara.

Kehadiran berbagai tokoh penting menandai pentingnya peran IPTI dalam membangun jembatan antara kepentingan komunitas Tionghoa‑Indonesia dan kebijakan nasional. Diskusi ini diharapkan dapat menghasilkan rekomendasi konkret bagi pengembangan sektor ekonomi yang lebih inklusif. Rangkaian acara berlangsung di kampus Universitas Paramadina, menandai sinergi antara dunia akademik dan praktisi bisnis.

Baca juga : Ikatan Pemuda Tionghoa Indonesia (IPTI) Jatim Turut Berpartisipasi Dalam Upacara Sumpah Pemuda Ke-97: Gubernur Khofifah Pimpin Upacara Hari Sumpah Pemuda Ke-97

Universitas Paramadina berperan sebagai tuan rumah utama acara ini, menyediakan fasilitas dan platform yang memfasilitasi dialog terbuka. PAPI, sebagai lembaga riset yang fokus pada Asia dan Pasifik, menambahkan dimensi analitis terhadap topik ekonomi bilateral. Kedua lembaga ini menegaskan komitmen mereka terhadap pembentukan kebijakan berbasis data dan penelitian yang mendalam.

Kehadiran akademisi dari Universitas Paramadina menambah kredibilitas diskursus, dengan berbagai studi kasus yang menunjukkan tren perdagangan Indonesia‑Tiongkok. PAPI menyediakan kerangka teoretis yang memudahkan peserta memahami dinamika geopolitik dan ekonomi di kawasan. Keterlibatan kedua lembaga ini menegaskan pentingnya kolaborasi antara sektor publik dan swasta dalam membentuk kebijakan ekonomi.

Selain itu, Universitas Paramadina menawarkan jaringan alumni yang luas, termasuk para pemimpin bisnis dan pejabat pemerintah. Hal ini memperkuat potensi kolaborasi lintas sektor, memungkinkan ide-ide inovatif diterapkan secara praktis. PAPI berperan sebagai fasilitator, memastikan setiap perspektif didengar secara adil dan terstruktur.

Baca juga : Ikatan Pemuda Tionghoa Indonesia Banten Sukses Gelar Kejurda Barongsai dan Naga IPTI Cup 2025

Yen-Yen Kuswati, sebagai Sekretaris Jenderal IPTI sekaligus perwakilan Kamar Dagang Indonesia (Kadin), memimpin sesi pembicaraan dengan fokus pada perspektif pengusaha. Ia menekankan bahwa hubungan ekonomi Indonesia‑Tiongkok merupakan peluang strategis bagi pelaku usaha Indonesia untuk memperluas pasar. Kuswati menyoroti pentingnya kebijakan perdagangan yang mendukung investasi dan inovasi.

Menurutnya, sinergi antara industri manufaktur dan teknologi di Indonesia dapat memanfaatkan keahlian Tiongkok dalam produksi massal. Ia juga menyoroti peran modal asing dalam memperkuat rantai pasok nasional. Kuswati mengajak semua pihak untuk memanfaatkan peluang tersebut dengan pendekatan yang berkelanjutan dan bertanggung jawab.

Kuswati menutup pidatonya dengan harapan bahwa dialog ini akan menghasilkan kebijakan yang menguntungkan kedua belah pihak. Ia menegaskan bahwa pengusaha Indonesia siap beradaptasi dengan dinamika global, sambil tetap menjaga nilai-nilai nasional. Pesan utamanya adalah kolaborasi lintas sektor sebagai kunci untuk memperkuat perekonomian nasional.

Baca juga : DPP IPTI Ucapkan Selamat kepada Pengurus DPD KNPI Kab Sukabumi Periode 2025–2028

Septeven Huang hadir mewakili IPTI dan menyampaikan visi organisasi yang bersifat Indonesia‑sentris. Ia menegaskan bahwa IPTI bertugas membela kepentingan nasional Indonesia, sekaligus memperkuat kontribusi komunitas Tionghoa‑Indonesia terhadap perekonomian. Huang menekankan pentingnya identitas nasional dalam kebijakan ekonomi yang berkelanjutan.

Huang menyoroti peran IPTI dalam memfasilitasi dialog antara komunitas Tionghoa‑Indonesia dan pemerintah. Ia menegaskan bahwa organisasi ini berkomitmen pada integritas dan transparansi, menjaga agar kepentingan nasional tetap terjaga. Huang juga menekankan bahwa IPTI berperan aktif dalam mendukung kebijakan fiskal dan investasi yang mendukung pertumbuhan ekonomi.

Pernyataan Huang diakhiri dengan harapan bahwa IPTI akan terus berkontribusi pada pembangunan ekonomi Indonesia. Ia menegaskan bahwa kolaborasi lintas etnis dan sektor akan memperkuat daya saing Indonesia di panggung global. Huang mengajak semua pihak untuk bersama-sama membangun masa depan yang lebih sejahtera.

Baca juga : DPW Ikatan Pemuda Tionghoa Indonesia (IPTI) Banten dan Pemuda Lintas Iman Banten Bersatu Gaungkan Semangat Persatuan dan Saling Jaga

Diskusi ini menimbulkan beberapa implikasi strategis bagi hubungan ekonomi Indonesia‑Tiongkok. Pertama, peran IPTI sebagai mediator dapat memperkuat kepercayaan antara pelaku bisnis dan pemerintah. Kedua, kolaborasi antara Universitas Paramadina dan PAPI menambah dimensi akademis yang dapat memandu kebijakan berbasis bukti. Ketiga, perspektif pengusaha menyoroti potensi pasar dan investasi yang belum dimanfaatkan secara optimal.

Kebijakan yang dihasilkan dari forum ini diharapkan akan mempromosikan perdagangan yang lebih adil dan seimbang. Hal ini dapat meningkatkan daya saing produk Indonesia di pasar Tiongkok. Selain itu, dialog ini menegaskan komitmen Indonesia terhadap pembangunan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

Dampak jangka panjang dari forum ini akan terlihat dalam peningkatan investasi asing langsung dan peningkatan kolaborasi R&D. Hal ini juga dapat memperkuat posisi Indonesia sebagai hub logistik dan manufaktur di Asia Tenggara. Dengan demikian, forum ini menjadi tonggak penting dalam memperkuat hubungan ekonomi bilateral yang saling menguntungkan.

Baca juga : Ketua IPTI Sumut Bobby Christian Halim: Mari Jaga Persatuan, Jangan Mudah Terpancing Info Hoax yang Provokatif

Acara pada 31 Oktober 2025 menegaskan komitmen IPTI, Universitas Paramadina, dan PAPI untuk memperkuat hubungan ekonomi Indonesia‑Tiongkok melalui dialog terbuka dan kolaborasi lintas sektor. Pesan utama yang diangkat adalah pentingnya identitas nasional, integritas, dan inovasi dalam membangun perekonomian yang berkelanjutan.

Dengan dukungan berbagai pemangku kepentingan, forum ini membuka peluang baru bagi pelaku usaha dan kebijakan publik. Di masa depan, sinergi antara komunitas Tionghoa‑Indonesia, akademisi, dan pemerintah diharapkan akan membawa Indonesia menuju pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif dan kompetitif.

Pemuda TiongHoa dan Masa Depan Bangsa

JAKARTA (ipti.or.id) – Memperingati Hari Sumpah Pemuda, Ikatan Pemuda Tionghoa Indonesia (IPTI) menggelar Seminar Nasional di Auditorium Universitas Tarumanagara pada Rabu, 29 Oktober 2014. Membawa tema “Pemuda dan Masa Depan Indonesia”, acara ini dihadiri oleh para pembicara yang mewakili pemuda Indonesia.

Bekerja sama dengan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Tarumanagara, IPTI mengadakan Seminar Nasional. Pembicara yang hadir adalah orang-orang yang telah berkontribusi dalam memajukan generasi muda bangsa Indonesia, antara lain Laksamana Muda TNI Leonardi sebagai Deputi Pendidikan Calon Pimpinan Tingkat Nasional Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia, Brigjen (Purn.) Teddy Jusuf selaku Mantan Kepala Staf Bidang Sosial Politik Panglima ABRI, dan yang terakhir adalah Yose Rizal sebagai Direktur Politica-Wave and Media serta Koordinator Tim Sosial Media Kepresidenan 2014.

Sejak era pemerintahan Presiden ke-4 Republik Indonesia, Abdurrahman Wahid, suku Tionghoa mendapat kesempatan yang lebih luas untuk berkiprah di berbagai bidang, terutama politik. Kesempatan ini pun tidak disia-siakan oleh suku Tionghoa, khususnya generasi muda. Melalui berbagai wadah termasuk organisasi kepemudaan, generasi muda Tionghoa pun menyumbangkan tenaga, pikiran, dan saran untuk kemajuan bangsa Indonesia lewat politik. Sekarang, banyak generasi muda Tionghoa yang berada di lembaga eksekutif, legislatif, dan lembaga pemerintahan lainnya. Salah satu generasi muda Tionghoa yang sukses dalam pemerintahan Indonesia adalah Wakil Gubernur DKI Jakarta yang sekarang menjabat sebagai Gubernur (PLT) DKI Jakarta, Basuki Tjahja Purnama.

Baca Juga : Menpora Ario Bimo Nandito Ariotedjo Dukung Program Kerja DPP IPTI Menuju Indonesia Emas 2045

Contoh kesuksesan itu pun mendorong generasi muda Tionghoa lainnya menjadi semakin bersemangat untuk berada di dunia politik Indonesia melalui organisasi-organisasi. Salah satunya adalah Ikatan Pemuda Tionghoa Indonesia (IPTI).

Berdiri sejak 27 Juli 2007, IPTI semula bernama Ikatan Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (IP-PSMTI). IP-PSMTI berdiri dengan tujuan sebagai wadah bagi para generasi muda Tionghoa agar turut serta berperan aktif dalam kegiatan politik di Indonesia. Pada tahun 2010, IP-PSMTI menggelar Musyawarah Nasional I di Jakarta, dalam Musyawarah Nasional tersebut muncul sebuah keputusan penting yaitu mengubah nama IP-PSMTI menjadi IPTI dengan tujuan generasi muda Tionghoa dapat mandiri dan berkembang sebagai wadah persatuan bagi seluruh generasi muda dari semua elemen masyarakat suku Tionghoa.

Dengan demikian selain sebagai sarana berlatih demokrasi dalam regenerasi pengurus dan suksesi kepemimpinan, seminar nasional ini memuat pesan penting untuk generasi muda, khususnya suku Tionghoa untuk belajar dan meneladani perjuangan para pemuda Indonesia 86 tahun yang lalu agar semakin aktif, bersemangat, kritis, dan rela berkorban demi membangun bangsa Indonesia menjadi lebih baik lagi.

IPTI Gelar Seminar Kebangsaan, Ardy Susanto : Tragedi Kerusuhan 98 Terhadap Tionghoa Tak Boleh Terjadi Lagi

JAKARTA (IPTI.OR.ID) – Setelah terpilih lagi pada musyarawah nasional tahun 2022 lalu di BSD Tangerang, Ardy Susanto SH, Ketua Umum tiga (3) periode Ikatan Pemuda Tionghoa Indonesia (IPTI) tersebut mulai menyusun dan menempatkan kader terbaiknya menduduki kepengurusan di DPP guna mewujudkan program menuju Indonesia Emas 2024 yang di usungnya.

Selain menggelar acara pelantikan pengurus pusat, DPP IPTI juga menggelar seminar kebangsaan guna dan memperingati 25 tahun reformasi.

Baca Juga : Menpora Ario Bimo Nandito Ariotedjo Dukung Program Kerja DPP IPTI Menuju Indonesia Emas 2045

Di podium, Ardy Susanto mengungkapkan, perjuangan reformasi merupakan moment bersejarah sekaligus menyimpan luka mendalam bagi warga Tionghoa khususnya.

“Perjuangan reformasi menorehkan luka yang mendalam kepada kaum tionghoa pada saat itu. Moment tersebut juga menjadi sejarah lengsernya rezim otoriter dan membuka domokrasi lahir kembali, untuk itu, kami berharap kejadian keji yang menimpa etnis tionghoa jangan sampai terulang lagi,” ungkapnya (13/5/2023) di Hotel Golden Boutique, Kemayoran, Jakarta Pusat.

Baca Juga : Ketua Umum IPTI Tegaskan Audiensi PSMTI dan IPTI dengan Jokowi Tidak Membahas Politik

Sambil mengajak para audince menundukan kepala dan berdoa mengenang sejarah tragedi pemerkosaan etnis tionghoa dan pembantaian secara biadab dalam kerusuhan Mei 1998 silam, Ardy mengajak para kader muda tionghoa untuk terjun ke politik sebagai upaya hal yang terjadi dalam kerusuhan tersebut tak terjadi lagi kepada minoritas.

“Oleh karena itu kami mengusung tema ” Tantangan Era Reformasi Dalam Mencetak Pemimpin Bangsa Menuju Indonesia Emas 2045, kami harapkan dari kementrian pemuda dan olahraga supaya kerjasama ini akan terus terjalin. Dan saling mendukung program-program secara kesinambungan,” paparnya.

Dalam seminar dan pelantikan pengurus DPP IPTI, turut hadir anggota DPR RI dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Daniel Johan, pihak kementrian pemuda dan olahraga yang di wakilkan oleh Profesor Mulyani Sri, unsur TNI dan Polri, adapun formasinya sebagai berikut :

Daftar Susunan Pengurus
Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Pemuda Tionghoa Indinesia (DPP IPTI) Periode Tahun 2022-2025


Dewan Pelindung
Ketua Dewan Pelindung : Willianto Tanta
Anggota : Johny Situwanda

Anggota Dewan Pembina
Ketua : Brigjen. TNI (Purn) Tedy Yusuf
Sekretaris : Andrew Alister Susanto, S.T.
Anggota :
1. Daniel Johan, S.E., M.M David Heman Jaya
2. Drs. Eddy Sadeli, S. H.
3. Ir. Rachmat M. Suryahusada, MBA

Ketua Dewan Kehormatan
Ketua : David Herman Jaya
Sekretaris Dewan Kehormatan : Ir. Dedy Rochimat, M.M.
Anggota Dewan Kehormatan:
1. Arif Rahman, S.H.
2. Darman Wijaya
3. Eddie Kusuma
4. Edy Yansah
5. Jotje Wantah
6. Kuncoro Wibowo
7. Murdaya Poo
8. Peng Suyoto
9. Serian Wijatno
10. Suyapto Tandyawasesa
11. Teddy Sugianto
12. Yustina Kasman

Dewan Penasihat
Ketua Dewan Penasihat : Daniel Johan, S.E., M.M.
Sekretaris Dewan Penasihat : Ulung Rusman, S.E.
Anggota Dewan Penasihat :
1. (Angela Herliani Tanoesoedbjo, B.A., M.Com)
2. Boedi Krisnawan Sudargo
3. Carrel Ticualu, S.E., S.H.
4. Djoko Wiharjo
5. Hasan Karman, S.H., M.M.
6. I Wayan Suparmin
7. Ichsan Soelistio
8. Irene Manibuy
9. Ivan Wibowo
10. Margaretha Elly Chandra
11. Robert Njo
12. Tenggono Chuandra Phua

Dewan Pakar
Ketua Dewan Pakar : Lucas
Anggota :
1. Dr. Andi Kurniawan Bong, BE., MBA.
2. Prof. Yenny Thamrin

Dewan Penyantun
Ketua Dewan Penyantun : Teguh Kinarto
Anggota : Christian Chandra
Tonic Tangkau, S.H., M.H.

Susunan Kepengurusan Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Pemuda Tionghoa Indonesia
(DPP IPTI) Tahun Pengurusan 2022-2025

Ketua Umum : Ardy Susanto, S.H
Wakil Ketua 1 : Erick Halim, S.E.
Wakil Ketua 2 : Pandu Dinata, S. Kom.
Wakil Ketua 3 : Muhammad Rodli Kaelani
Ketua Harian : Hendra Asman, S.H., M.H
Sekretaris Jendral : Yen Yen Kuswati S.Psi
Wakil Sekretaris Jendral :
1. Andy Wijaya Marla, SH
2. Dian Angelia Betaubun, S.Sos
Bendahara Umum : Wandi Sukandi, S.E
Wakil Bendahara Umum : Anthony
Koordinator Indonesia Barat : Hardi, S.H
Koordinator Indonesia Tengah : William Laurin
Koordinator Indonesia Timur : Alam
Kepala Sekretariat : Niko Fajar Setiawan, S. Hum., S.Si
Anggota : Lin Tzu
A. Kepala Departemen Hubungan Luar Negeri dan LSM :
1. Michael Anton Tjong
2. Mega Hui, B.E
3. Ricky Husein
4. Andy Hartanto Wijaya
5. Lie Rixon
B. Kepala Departemen Kemaritiman dan Perikanan : Tommy Huang
C. Kepala Departemen Politik dan Organisasi : Hendri, S.H.
D. Kepala Departemen Advokasi dan Hukum : Sharron Pamela, S.H
E. Kepala Departemen Pengembangan SDM dan Kaderisasi :
1. Dian Maulana, S.T
2. Arwin Hartanto, S.Psi
F. Kepala Departemen Pariwisata dan Kebudayaan : Ngui Teliyana
G. Kepala Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral : Erick Hartono, B.A.
H. Kepala Departemen Olahraga :
1. Gibson Thomasyadi, S.H, Mkn.
2. Lionel Marcelius
I. Kepala Departemen PDT dan Transmigrasi :
1. Robby Cahyadi Kurniawan, S.H.
2. Songker Chandra, S,E., MM.
J. Kepala Departemen Pertahanan dan Keamanan : Kris Kynan
K. Kepala Departemen Informasi dan Komunikasi : Laura Nathania Sutanto
L. Kepala Departemen Ekonomi Kreatif, Koperasi dan UMKM : Dessy Agustina
M. Kepala Departemen Perindustrian dan Perdagangan : Hugo Trenggono Ronaldo Tasman
N. Kepala Departemen Kesehatan dan Sosial : dr. Surianna Sugianto
O. Kepala Departemen Pemberdayaan Perempuan dan Anak : Luccy Jappy
P. Kepala Departemen Pendidikan Dasar,Menengah dan Tinggi : Rika Lenawaty, S.T
Q. Kepala Departemen Lingkungan Hidup dan Kehutanan : Chandra Wijaya
R. Kepala Departemen Ketenagakerjaan : Dasrianto
S. Kepala Departemen Pertanian dan Ketahanan Pangan : Fajar Angga Kusumah
T. Kepala Departemen PU dan Perumahan Rakyat : Istametro
U. Kepala Departemen Penelitian dan Pengembangan : Yudistira
V. Kepala Departemen Agama :
1. Gabriela Adeline Thurana
2. Andre Tanta